Penerapan Sistem Ekonomi Islam
Distribusi dan alokasi sumber daya dalam ekonomi Islam sangat jelas dan penanganan masalah dapat dilakukan secara teknik ekonomi dengan keuntungan maksimum. Berikut ini akan diuraikan akibat penerapan sistem ekonomi Islam dengan endowment yang sama rata maupun dengan endowment yang tidak sama rata (Karim, 2018: 287):


Endowment yang Sama Rata
Dalam Islam, redistribusi kekayaan dilakukan sebagai suatu kewajiban (misalnya zakat) dan sebagai suatu cara untuk meningkatkan utility (misalnya infak). Sebagai contoh ekstrem, katakanlah redistribusi kekayaan yang terjadi dalam sistem islami ini dilakukan dengan membagi kekayaan secara sama rata, meskipun tidak ada jumlah minimal dalam melakukan infak.

Redistribusi ini digambarkan dengan utility possibility frontier OA"OB". Perubahan ini juga tercermin pada production frontier OR"OW". Dengan perubahan ini, titik persinggungan utility possibility frontier dengan budget line terjadi pada titik E'.
Perhatikan bahwa budget line baru yaitu I"I" lebih tinggi dibandingkan budget line I'I'. Artinya, isowelfare dalam sistem islami dengan membagi kekayaan secara rata lebih superior daripada isowelfare sebelum dilakukannya redistribusi kekayaan.
Naiknya isowelfare ini juga tercermin pada diagram bawah di mana budget line M"L"M" terletak lebih tinggi dibandingkan budget line MLM. Dengan demikian, Jumlah beras yang dapat diproduksi meningkat mencapai OR" (OR" > OR), sedangkan jumlah gandum yang dapat diproduksi menurun mencapai OW" (OW" < OW).
Endowment yang Tidak Sama Rata

Hal ini apabila redistribusi kekayaan yang terjadi dalam sistem islami dilakukan dengan membagi kekayaan secara tidak sama rata. Redistribusi ini digambarkan dengan utility possibility frontier OA"OB".
Perubahan ini juga tercermin pada production frontier OR"OW". Dengan perubahan ini, titik persinggungan utility possibility frontier dengan budget line terjadi pada titik E'. Perhatikan bahwa budget line baru yaitu I"I" lebih tinggi dibandingkan budget line lainnya II.
Artinya, isowelfare dalam sistem islami dengan membagi kekayaan secara tidak sama rata lebih superior daripada isowelfare sebelum adanya pembagian kekayaan. Naiknya isowelfare ini juga tercermin pada diagram bawah di mana budget line M"L"M" terletak lebih tinggi dibandingkan budget line lainnya MLM. Oleh karena itu, jumlah beras yang dapat diproduksi meningkat mencapai OR" (OR" > OR), sedangkan jumlah gandum yang dapat diproduksi menurun mencapai OW" di mana OW" < OW.
Penutup
Itulah pembahasan kita mengenai penerapan sistem ekonomi islam. Jika kita bandingkan ketiga sistem ekonomi, yaitu kapitalis, sosialis, dan Islam (baik dengan endowment yang sama maupun endowment yang berbeda) jelas bahwa sistem ekonomi dapat mencapai equity dan efisiensi secara bersamaan. Hal ini bisa dilihat pada isowelfare dan tingkat produksi dalam ekonomi Islam yang lebih tinggi dibanding dengan sistem ekonomi lainnya.