6 Jenis Copywriting yang Sering Digunakan

1. Story Copy (Bercerita)
Story copy merupakan jenis copywriting yang menceritakan lebih banyak tentang produk yang akan ditawarkan. Penjelasannya dilakukan secara terperinci. Untuk memudahkan penulisan draf atau copy, Anda harus membuat outline atau kerangka terlebih dahulu.
Tujuan pembuatan outline adalah supaya Anda tidak mengalami writer's block selama menulis. Story copy sering kali ditemukan pada email (surel), landing page (situs web yang dikunjungi pertama kali), dan video pendek.
2. You and Me Copy (Bicara Empat Mata)
You and me copy ialah jenis copywriting yang mengharuskan Anda untuk menuliskan iklan dan promosi seakan-akan hanya berbicara dengan satu orang saja. Dengan begitu, orang yang dimaksudkan akan merasa spesial atau diperhatikan.
3. Forthright Copy (Jujur Apa Adanya)
Berikutnya yaitu forthright copy. Pada jenis copy ini, Anda harus menulis kelebihan dan kekurangan produk yang dipasarkan. Tujuannya adalah untuk memperkuat isi pesan dan membuat target konsumen yang membaca tulisan Anda akan berpikir secara realistis.
4. Hyperbolic Copy (Melebih-lebihkan)
Copy jenis ini juga sering disebut superlative copy. Jenis copy tersebut agak riskan untuk digunakan karena Anda harus menyajikan copywriting secara melebih-lebihkan, menggunakan bahasa yang hiperbolis, dan merasa yang paling atau terbaik dibandingkan produk-produk sejenis di pasaran.
Baca Juga: 5 Tahap Strategi Visual Branding
Hyperbolic copy atau naskah iklan yang bombastis kerap ditemukan dan tidak sesuai dengan kenyataan. Iklan yang bombastis dapat menjadi bumerang dan bisa melukai trust atau kepercayaan konsumen terhadap merek Anda.
Tentunya, hal itu sangat menyesatkan dan mengecewakan, bukan? Memang sih, dalam dunia advertising ada pendekatan kreatif yang disebut dengan istilah exaggerate the benefit atau iklan lebay yang sebenarnya biasa saja.
Tujuan dari pedekatan semacam ini adalah untuk menciptakan stopping power, yaitu penonton atau target pasar berhenti sejenak untuk fokus pada iklan tersebut. Misalnya, iklan Yamaha Jupiter MX yang dikendarai oleh Valentino Rossi mampu merubuhkan jembatan.
Nah, ini berbeda dengan penyesatan karena yang disampaikan hanya untuk menarik perhatian semata. Jika Anda ingin menggunakan iklan hiperbolik untuk produk yang lain, maka sebaiknya hati-hati. Hal ini boleh Anda lakukan bila semua yang ditulis sesuai dengan fakta dan bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau tidak, maka itu akan menjadi pisau belati yang dapat merugikan Anda dan perusahaan. Misalnya, obat batuk yang bisa menyembuhkan batuk tanpa menimbulkan kantuk dan penderita tidak perlu beristirahat, tentu hal itu tidak masuk akal, bukan?
5. Teaser Copy (Cuplikan Pendek)
Jenis copywriting yang selanjutnya adalah teaser copy. Jenis yang satu ini menuliskan copy dengan membuat penasaran pembaca dan target pasarnya. Menggunakan headline yang menggelitik terkadang seperti menyepelekan, menantang, atau meragukan pembaca.
Contoh Teaser Copy untuk Iklan Televisi
Anatomi Copy | Teks | Gambar |
Headline | Aktivitas ini untuk saya? (artis) | Seorang wanita usia matang mendaki gunung |
Lead | Ya, untuk saya (artis) | Wanita itu bersama dua orang wanita yang lebih muda berada di puncak gunung sambil meniup lilin berbentuk angka 52 tahun |
Body copy (alasan) | Anlene memberikan kekuatan tulang untuk selalu beraktivitas (suara narator) |
Wanita usia matang itu minum Anlene dari botol minuman yang dibawanya saat mendaki gunung |
Body copy | Yuk, terus bergerak (artis) |
Wanita itu menatap kamera dan mengucapkan kalimat: "yuk terus bergerak" Lalu menjauh dari kamera |
Tagline | Anlene, minuman sehat untuk tulang kuat (narator) |
Produk dan logo perusahaan |
CTA (call to action) - ajakan untuk membeli produk |
Anlene bisa Anda dapatkan di toko- toko kelontong dan supermarket terdekat di kota Anda |
6. News Copy Page (Berita)
News copy page menyajikan copywriting dalam bentuk pengumuman atau berita dalam menginformasikan produk. Isi dari copywriting ini lebih banyak tentang informasi dan data lengkap terkait produk.
Jika dilihat dari kacamata desain visual, maka news copy page merupakan jenis copy yang berat karena sebagian besar isinya berupa tulisan dan sangat sedikit memberikan ilustrasi dan visualisasi. Jenis ini juga akan terlihat lebih panjang daripada jenis copy lainnya.
Demikianlah pembahasan tentang 6 jenis copywriting yang sering digunakan. Copywriting bisa diibaratkan salesman dalam huruf dan kata. Dengan teknik copywriting yang akurat, dua produk yang sama bisa mendapatkan respons dan konversi yang berbeda.